Kamis, 20 Juli 2017

Dibalik Kata Cinta Tak Harus Saling Memiliki

loading...

loading...
Download Aplikasi Caption Instagram Kece Kekinian Gratisss! Khusus buat lo yang suka Gaul aja Guys!

Cinta Tak Harus Saling Memiliki, Mungkin hanya terdengar seperti sebuah kata-kata bijak, atau sebuah pembenaran untuk mengurangi beban perasaan kecewa. Ketika kamu mencintai seseorang, apa si yang kamu harapakan? Bukankah kamu pasti ingin memilikinya dan hidup bersamanya. Bukankah cinta itu akan tumbuh dan semakin berkembang setelah kamu memilikinya?

Cinta tak harus saling memiliki sepertinya terdengar sangat menyakitkan, dan memang menyakitkan. Dimana kamu harus menerima kenyataan pahit yang sama sekali tidak kamu harapkan. Mencintai tapi tidak ada harapan untuk kamu memilikinya, seperti pribahasa "Bagaikan punguk merindukan bulan".

Mungkin kamu adalah salah satu dari antara mereka yang sering berlindung dari kata-kata Cinta tak harus saling memiliki, hanya untuk menetramkan diri dan menutupi ketidak mampuanmu untuk mengejar dan mempertahankan cintamu. Atau memang kamu adalah seseorang yang sangat berjiwa besar, yang dapat melakukan segala hal dengan ihklas tanpa sebuah keiinginan untuk diri sendiri.

Beberapa penjelasan dibawah ini mungkin akan memberikanmu sebuah pandangan baru, atau mungkin sebuah kenyataan yang sebenarnya kamu pernah rasakan selama ini. Dari sebuah kalimat sakti "cinta tak harus saling memiliki".

Dibalik Kata Cinta Tak Harus Saling Memiliki


1. Cinta Itu Selalu Datang Sepaket Dengan Keinginan Untuk Saling Menjaga

Keinginan untuk saling menjaga adalah turunan dari rasa cinta, dengan mencintai disitu juga ada sebuah tanggung jawab untuk saling menjaga, entah itu fisik ataupun perasaan.

Saat kamu mencintai seseorang harapan kebaikan atas dirinya pasti akan berdatangan. Kamu pasti berharap dia akan bahagia selalu, hidup tenang, makan kenyang. Segala sesuatu pasti akan kamu korbankan, untuk kebaikanya.

Namu bila kamu tidak dapat memiliki dia yang kamu cintai, lantas apa yang akan kamu jaga? Dengan memilikinya, kamu bisa menjaganya dengan lebih baik. Dengan memilikinya, kamu bisa menjaga cinta agar untuk tumbuh berkembang dengan indah.


2. Harapan Dari Sebuah Cinta Adalah Untuk Menetramnkan Jiwa

Mencintai itu memang menyenangkan, dan membawa kedamaian dalam hati. Akan lebih menyenangkan lagi bila dia yang kamu cintai juga mempunyai perasaan yang sama seperti kamu.

Cinta juga membawa rasa ketentraman didalam jiwa, dengan memiliki seseorang yang bisa diandalkan kamu tidak perlu lagi takut sendirian. Selalu ada seseorang yang dapat kamu ajak berbincang-bincang, mendengarkan curahan hatimu, dan kamu mintai pendapat disetiap kesempatan, mempunyai seseorang yang selalu ada disisihmu, selalu siap untukmu memang menyenangkan.

Semua akan berbeda ketika cinta tak harus memiliki, berarti diantara kalian tidak ada sebuah komitmen yang saling mengikat. Membebaskan dia berjalan dengan siapa saja, atau menjalin hubungan dengan yang lain. Tidak ada kewajiban untuk saling menjaga dan memperhatikan, apakah hal itu akan menentramkan jiwamu, sedangkan membayangkan saja dia berjalan dengan yang lain itu sudah sangat menyiksa batinmu.

Berfikir cinta tidak saling memiliki menuntut keberanian tingkat tinggi, kamu harus rela berbesar hati. Mengihklaskan perhatianmu tanpa mendapatkan tanggapan sesuai harapan, sesabar apakah dirimu hingga bisa berlaku seperti itu? Cukup lapangkah hatimu sehingga mampu terus meredam kekhawatiran dan rasa takut akan kehilangan.


3. Mencintai Yang Tidak Dapat Kamu Miliki, Hanya Membuatmu Fokus Pada Angan-Angan Dan Khayalan

Mencintai itu memang tidak ada salahnya, cinta itu bisa tumbuh karena sebuah perhatian atau juga karena kamu membangkitkan sebuah angan-angan dan harapan sehingga cinta itu tetap tumbuh. Bisa jadi selama ini kamu hanya mencintainya sendirian, kamu hanya diam dan menunggu, kemudian kamu lebih sering berlindung dibalik kata tak selamanya cinta harus saling memiliki.

Mungkin itu semua bukan cinta, tapi kebanyakan ngarep. Kamu seringkali dihantui oleh angan-angan, berharap besar untuk dapat memilikinya, membayangkan dia jadi milikmu, tapi kamu tidak pernah memeperjuangkan apa-apa.

kalau kamu benar-benar cinta, berarti kamu bukan hanya suka melihatnya saja, tetapi juga ingin menjaganya, melindungi, merawat, memperhatikan, dan semua hal itu butuh sebuah pengorbanan.

Jika kamu bilang cinta tak harus saling memiliki, apakah itu benar-benar cinta ataukah hanya sekedar angan-angan, mimpi, atau harapan yang enggan kamu perjuangkan?


4.Kalau Jodoh Tak Kan Kemana

Kalau jodoh tak kan kemana, pasti sering kali terdengar ditelingamu, sebenarnya hal ini memang benar adanya. Karena kita manusia diciptakan berpasang-pasangan, dan itu memberikan kita sebuah harapan bahwa diluar sana ada seorang manusia yang ditakdirkan untuk kita.

Namun keyakinan seperti itu seharusnya tidak membuat kamu berdiam diri saja, tenang-tenang tanpa melakukan apa-apa. Konsep " Jodoh tak kan kemana" seharusnya membuatmu lebih giat dalam berusaha, tidak lantas berharap jodoh itu datang memnghampirimu begitu saja.

Selain itu kalimat jodoh tak kan kemana, mungkin sering kali kamu gunakan sebagai pembenaran untuk berdiam diri, tanpa tindakan, ketika usaha dalam menggapai cinta mengalami hambatan atau rintangan. Mungkin hal ini hanya sebuah bahasa halus dari keputus-asaan, seharusnya semua itu kamu jadikan sebuah motifasi yang lebih untuk memperjuangkan cinta yang sudah menggelora didada.


5. Kamu Bahagia Melihat Dia Bahagia Dengan Orang Lain

Cinta tak harus saling memiliki sering memaksamu untuk berkata "Aku bahagia melihat dia bahagia dengan orang lain", itu kenyataan atau hanya pembelaan menyerah pada keadaan. Saat kamu mencintai seseorang namun tidak memperjuangkannya, lantas dia mungkin saja akan bersama dengan orang lain. Tameng yang selalu kamu lontarkan adalah "Aku bahagia melihat dia bahagia".

Jika semua itu memang kamu melakukannya dengan ihklas, tidak ada salahnya, dan sebagai orang mungkin memang benar-benar mempunyai jiwa yang besar dan hati yang lapang sehingga mereka mampu mencintai dengan ihklas.

Akan tetapi, Coba deh, jujur pada hatimu. Apakah kamu benar-benar tidak keberatan melihatnya menyelipkan jari di sela-sela genggaman orang lain? Tidakkah kamu ingin mendampinginya setiap waktu, melihatnya bercerita dan berbagi pengalaman bersama sepanjang waktu?

Ketika rasa tidak lagi ingin memiliki itu datang, bisa jadi kamu hanya sedang takut atau bahkan malas berjuang. Sehingga berusaha mencari pembenaran yang menenteramkan.


6. Berani Mencintai, Berarti Kamu Juga Harus Berani Memperjuangkannya Untuk Kamu Miliki

Cinta itu adalah anugerah yang diberikan Tuhan agar kita merasakan ketentraman dari sesama manusia. Jika kamu merasa dia baik, cintamu juga baik, cinta kalian pantas untuk diwujudkan, apa salahnya untuk diperjuangkan? Kalau kamu pasrah-pasrah saja, ya sudah lebih baik kamu urungkan saja niatmu untuk mencintai dia.

Berlindung di balik rasa enggan berjuang justru bisa membuatmu tersiksa sendiri karena angan-angan yang tidak pernah selesai diwujudkan. Gak jarang kamu justru menuduh dia mempermainkan hatimu, si Pemberi Harapan Palsu lah, atau segala macam tuduhan lain. Daripada terjebak perasaan yang menyakitkan macam ini, mulai sekarang cobalah lebih berani.

Jika kamu suka, tunjukkan!

Jika kamu sayang, ungkapkan.

Kalau sudah siap, ajak dia serius.

Saat belum berani, maka ini tandanya kamu harus lebih giat memantaskan diri.


7. Saat Kamu Benar-Benar Tidak Bisa Memiliki Fisiknya, Milikilah Dia Dalam Doamu

setiap apa yang ada di dunia ini memang tidaklah lepas dari kehendak Tuhan. Lantas, kita selalu berdiam diri dan bilang, “Biarlah Tuhan yang menjaganya dalam doa.” Ini tentu tidak ada salahnya. Sah-sah saja jika kamu menitipkannya pada perlindungan paling baik yang bisa diberikan oleh Sang Pencipta.

Tapi ingat, Tuhan juga menyuruh kita untuk berusaha. Usaha yang bisa kamu lakukan adalah memantaskan diri. Serta tak lupa terus membawa dia dalam setiap doa yang kamu panjatkan padaNya. Jika memang kamu belum bisa memiliki fisik dan hatinya dengan nyata untuk saat ini, paling tidak kamu mengupayakan ia lewat doa….

Nah, masihkah kamu berdiam diri untuk menutup diri dan berpedoman pada cinta tidak harus memiliki? Barangkali cintamu hanyalah sebesar remah-remah roti yang sebentar hilang terbawa angin.

Kalau kamu benar-benar mencintai, itu berarti kamu harus berani memperjuangkan untuk memilikinya. Kalau ternyata setelah kamu berusaha dan berusaha, kamu masih saja tidak memilikinya, itu artinya dia bukan pasangan yang tepat untukmu. Dan pasti akan ada orang yang pas untuk menyeimbangi cintamu itu.

loading...

Dibalik Kata Cinta Tak Harus Saling Memiliki Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown